Kamis, 01 Agustus 2013
Pengrajin Kelom Geulis Keteteran
Harga Bahan Baku Melonjak
TASIKMALAYA, (KP).- Pengusaha kelom geulis Kota Tasikmalaya mengeluhkan harga bahan baku yang ikut melonjak seiring dengan kenaikkan BBM. Sementara mereka belum berani menyesuaikan harga kepada pelanggan. Alhasil beberapa keperluan produksi terpaksa dipangkas termasuk di antaranya harus menambah modal.
Hal itu terungkap pada kunjungan Walikota Tasikmalaya Budi Budiman kepada salah satu pengrajin kelom di Kp Gobras, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, milik Tatang Yudi (41), beberapa waktu lalu. Tatang mengungkapkan, kenaikan bahan baku kelom geulis tersebut mencapai 20 hingga 35 persen. “Mulai dari kayu balok dan transportnya, lem, karet dan lainnya. Saya susah menaikan harganya harus bertahap. Paling saya berani menaikan sedikit ke pelanggan dengan rata-rata harga Rp 40.000 hingga Rp 150.000/pasang,” katanya.
Walaupun pada Bulan Ramadan saat ini diakuinya pesanan mengalami peningkatan, Tatang mengaku hanya sedikit mengambil untung. Saat ini ia mampu memproduksi 700 hingga 800 pasang kelom geulis dengan mempekerjakan 45 pegawai. Sementara, sebelum bulan puasa atau hari-hari biasa ia hanya memproduksi 400 hingga 500 pasang kelom geulis. “Saya juga masih melayani permintaan ekspor ke Jepang dan Italia setiap enam bulan sekali sebanyak 45.000 pasang,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi KUKM Perindustrian Perdagangan Kota Tasikmalaya Tatan Rustandi pada kesempatan yang sama mengatakan, pemerintah tidak akan memberikan subsidi transportasi kepada pelaku pengusaha. Menurut dia, pemerintah bakal memberikan kompensasi atau kemudahan kepada pelaku usaha seperti perizinan dan pemasaran dengan menggaet para pelaku usaha Kota Tasikmalaya mengikuti pameran. “Dengan demikian, dampak kenaikan bisa direduksi. Selain itu juga pelatihan terhadap tenaga kerja agar bisa meningkatkan inovasi dan produktivitas mereka,” katanya.
Saat ini, pemerintah kata dia telah berupaya untuk memperbaiki infrastruktur pada kawasan sentra industri di Kota Tasikmalaya seperti di Gobras, Tamansari yang merupakan sentra kelom geulis. Selain itu juga, pemerintah akan menghotmix jalan di kawasan bordir Jln Air Tanjung, Kawalu. “Kami melakukan penguatan sebagai perimbangan kenaikan BBM tersebut,”ucapnya. Sementara itu, Walikota H.Budi Budiman saat mengunjungi toko milik Tatang sangat mengapresiasi produk buatan Tatang yang bisa tembus pasar internasional. Sebelumnya, Budi pun meninjau produksi bordir di Kawalu. Hal itu termasuk pada rangkaian pemantauan kegiatan ekonomi pascakenaikan BBM dan jelang hari raya beberapa waktu lalu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar