Kamis, 01 Agustus 2013
Wilujeng Sumping di Jalan Sejuta Logak
TAMANSARI, (KP).-
Kesal dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki pemerintah, Warga Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya memasang spanduk bernada sindiran kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang dipasang di bundaran Jalan Lelkol Mashudi, Kota Tasikmalaya, Rabu (16/1).
Pada spanduk berukuran 3 x 1,5 meter itu, warga yang diwakili Forum Tamansari menuliskan,”Wilujeng Sumping di Jalan Sejuta Logak Tamansari, Wilayah Pendidikan Kota Tasikmalaya” yang dipasang di dua jalur arah Gegernoong-Gobras dan Gobras-Gegernoong.
Karuan saja, spanduk yang membentang tersebut menjadi pusat perhatian pengendara yang melintas.
Sekretaris Forum Tamansari, Mochamad Irfan mengatakan, pihaknya sengaja memasang spanduk itu sebagai peringatan untuk pemerintah Kota Tasikmalaya. Pasalnya jalan Tamansari dinilai telah rusak parah, padahal jalan tersebut memiliki kepadatan mobilitas pengguna jalan yang cukup tinggi, mulai dari aktivitas pendidikan, perekonomian dan kesehatan. Pada ruas jalan Tamansari-Gobras hingga Pasar Gegernoong pun, ujar dia, terdapat sekolah, rumah sakit dan pasar.
“Kami sudah jenuh dengan janji-janji pemerintah dengan wacana mereka yang akan segera memperbaiki jalan Tamansari. Terlebih jalan-jalan di Tamansari ini memiliki tingkat kerusakan yang paling parah jika dibanding dengan kecamatan lain di Kota Tasikmalaya,” kata Irfan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Bina Marga , Pengairan dan Pertambangan Kota Tasikmalaya, Dudi Mulyadi mengatakan, perbaikan ruas jalan utama Tamansari dan beberapa ruas jalan di Kecamatan Tamansari lainnya sudah diagendakan dalam perbaikan jalan tahun anggaran 2013. Namun ia belum berani menyebutkan waktu pelaksanaannya.
Pencarian Korban Hanyut Hingga Cibalong
TAMANSARI, (KP).-
Upaya pencarian Srinawati (15), korban hanyut di Sungai Cibangbay, lokasi objek wisata Curug Tonjong, Kampung Cipeusing, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamasari, Kota Tasikmalaya, hingga Rabu (7/3) sore, masih dilakukan.
Meski diguyur hujan, tetapi petugas polisi bersama tim SAR dan relawan dengan dibantu warga tetap melakukan pencarian korban dari mulai sekitar lokasi kejadian hingga ke Sukaraja. Namun, hingga menjelang sore, tim gabungan tersebut belum bisa menemukan korban.
“Upaya pencarian sudah kami lakukan secara maksimal dengan melakukan penyisiran dari mulai lokasi kejadian hingga ke arah hilir yakni daerah Sukaraja. Penyisiran, selain dengan berjalan kaki, juga menggunakan perahu karet,” ujar Kapolsekta Tamansari, Ajun Komisaris Dadih Suhendar melalui telefon genggamnya.
Menurutnya, untuk lebih mengoptimalkan pencarian, pihaknya memperluas pencarian korban hanyut hingga ke daerah Cibalong yang berjarak sekitar 30 km dari lokasi kejadian. Ratusan anggota tim SAR gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, PMI, Pol PP dan sejumlah penyelam yang merupakan relawan dari warga sekitar.
Pencarian dilakukan dengan sistem tandem, di mana setiap anggota ditempatkan di setiap titik. Anggota bersama warga sekitar melakukan pencarian, jika ternyata tidak ditemukan maka ditarik kembali dan ditempatkan di titik lain.
“Adapun upaya lain, kami telah berkoordinasi dengan warga yang berada di sekitar aliran sungai untuk melakukan pemantauan. Kami akan terus berupaya untuk menemukan korban hanyut,” ucapnya yang mengaku sedang berada di bendungan di wilayah Cibalong.
Dia menjelaskan, selama pencarian, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian hingga ke lokasi pencarian terus memadati tepian sungai. Mereka ingin menyaksikan langsung proses pencarian sejak musibah itu terjadi.
Sementara itu, paman Srimawati, Pendi Simanjutak (50) mendesak, polisi mencari tahu latar belakang keponakannya yang ikut ke kawasan objek wisata Curug Tonjong. Pasalnya, kecelakaan yang menyebabkan hanyutnya korban masih dalam misteri.
Pihaknya mencurigai, keponakannya hendak menjadi korban kejahatan sehingga berupaya untuk menyelamatkan diri namun malah terpeleset dan terjatuh ke sungai. Saat itu, keponakannya bersama temannya Devi, pergi ke Curug Tonjong bersama tiga laki-laki yang bukan teman sekolahnya.
Siswi SMPN 10 Hanyut di Sungai Cibangbay
TAMANSARI, (KP).-
Nasib tragis dialami Srimawati (15), pelajar Kelas IX SMPN 10 Kota Tasikmalaya, hanyut di sungai Cibangbay lokasi wisata Curug Tonjong, Kampung Cipeusing, Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Senin (5/3) jam 17.30 sore. Diperkirakan, Sri, panggilan akrab Srimawati, sudah meninggal dunia.
Menurut keterangan, sekitar jam 15.30 sore, sepulang sekolah korban yang merupakan warga Perum Nangela, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, bersama empat orang temannya pergi ke lokasi wisata Curug Tonjong dengan menggunakan sepeda motor.
Setelah berada di lokasi, korban bersama empat rekannya yaitu Devi Kusmayati (15) warga Tawang, Kota Tasikmalaya, Ovik (20), Yaman (23) dan Manaf (20) yang ketiganya warga setempat sedang menikmati indahnya curug Tonjong di sebuh gazebo yang diapit dua sungai.
Belum sempat beranjak dari lokasi, tiba-tiba datang banjir bandang. Hujan deras yang mengguyur sejak jam 16.00 diduga sebagai penyebab munculnya banjir bandang tersebut.
Korban bersama ke empat rekannya pun berusaha untuk pergi dari lokasi. Namun, untuk ke luar dari lokasi tersebut ke korban bersama empat rekannya harus menyeberangi sungai yang arus airnya semakin membesar.
Keempat temannya berhasil menyebrang dengan selamat. Namun, saat korban menyeberang tiba-tiba kakinya terpeleset dan masuk ke dalam arus air yang deras. Korban pun hanyut terbawa arus air.
Melihat temannya terjatuh dan terbawa arus, temannya sempat memberikan pertolongan. Namun usahanya sia-sia, karena tubuh korban keburu tenggelam dan hanyut terbawa arus. Keempat teman korban yang selamat, segera berlari ke perkampungan yang berjaraknya sekitar 500 meter untuk meminta pertolongan.
Mendapatkan laporan ada yang terbawa arus, warga pun langsung melaporkan ke Mapolsekta Tamansari. Tidak lama kemudian polisi bersama tim SAR datang ke lokasi. Namun, karena arus air yang semakin membesar dan kondisi lokasi yang gelap, polisi dan tim SAR serta dibantu warga tidak bisa mencari ke dasar sungai. Petugas polisi dan tim SAR hanya berusaha mencari dengan menyusuri sepanjang sungai dengan penerangan lampu seadanya. Karena kondisi air semakin membesar, ditambah dengan kondisi yang tidak memungkinkan pencarian pun dihentikan.
Pencarian dilanjutkan keesokkan harinya, Selasa (6/3). Polisi dan tim SAR serta dibantu puluhan warga kembali mencari korban dengan langsung terjun ke sungai dan menyisir sepanjang tepi sungai.
“Pencarian korban hanyut tersebut dilakukan dengan menyisir sungai Cibangbay,” ujar Kapolsekta Tamansari, Ajun Komisaris Dadih Suhendar kepada wartawan.
Menurutnya, pencarian sudah dilakukan sejak Senin malam, namun derasnya air dan kondisi gelap menyulitkan pihaknya yang dibantu tim SAR dan warga dalam pencarian korban hanyut. Pihaknya pun bersama tim SAR dan warga mengoptimalkan pencarian korban hanyut disepanjang sungai Cibangbay, dengan melakukan penyisiran sepanjang sungai dengan langsung terjun dan berjalan kaki.
Bahkan, pihaknya melakukan pencarian hingga ke muara sungai di daerah Sukaraja yang jaraknya sejauh sekitar 5 km dari lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan secara manual mengingat arus dan medan sungai yang curam. Selain itu, sunagi banyak batu-batu yang membahayakan petugas.
Sampai berita ini diturunkan, tubuh Srimawati belum ditemukan. Sejumlah warga sekitar, polisi dan tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap tubuh korban. Polisi hanya menemukan tas korban.
Tiga Wilayah Kota Tasikmalaya Mengandung Minyak Bumi
Dua di Tamansari
KOTA, (KP).-
Tiga wilayah yang berada di Kota Tasikmalaya terindikasi mengandung minyak bumi. Hal itu terungkap pada kegiatan sosialisasi rencana kegiatan izin survey sesimik 2D (penelitian dua dimensi) oleh PT Pertamina Pusat terkait kandungan minyak bumi yang ada di Kota Tasikmalaya bertempat di ruang rapat Wali Kota gedung Balai Kota Tasikmalaya, Rabu (7/3) kemarin.
Adapun ke tiga titik tersebut berada di dua kecamatan meliputi Kec. Tamansari dan Kec. cibeureum yang masing-masing titik yaitu Kelurahan Tamansari dan Kelurahan Setiawargi berada di Kec.Tamansari dan Kelurahan Ciakar berada di Kec. cibeureum.
Tim survey seismik 2D PT Pertamina, Erwan Cahyadi, ST mengatakan, Pertamina kini sedang mencoba mencari sumber-sumber baru di mana potensinya ada di wilayah Priangan Timur termasuk salah satunya di Kota Tasikmalaya. “Saat ini kita baru melakukan koordinasi teoritis yang sudah dituangkan dalam sebuah rumusan di atas meja yang sumber datanya berasal dari badan Geologi,” ujarnya.
Adapun, kepastian titiknya baru perkiraan (estimasi) saja karena kepastiannya baru bisa disebutkan setelah dilakukan penelitian (seismik) terhadap lokasi tersebut. “Termasuk nantinya kepastian ada atau tidaknya kandungan minyak bumi baru bisa kita pastikan setelah dilakukan penelitian,” terang Irwan.
Bahkan, walaupun sudah dipastikan mengandung minyak bumi, pihaknya juga tetap akan melakukan penelitian kelayakan apakah minyak bumi tersebut mengandung nilai ekonomis atau bisa diproduksi, ataukah tidak,” katanya menambahkan.
“Sedangkan untuk saat ini, kita baru dalam tahap awal termasuk mengurus perizinan dari pemerintah Kota Tasikmalaya yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengurusan izin Pemerintah Provinsi bahkan hingga izin dari Pemerintah Pusat,” terang Erwan.
Begitu juga terkait waktu pelaksanaan penelitian, kata dia, belum bisa dipastikan, tergantung lama atau tidaknya waktu pengurusan perizinan, “Selambat-lambatnya awal bulan Agustus 2012 nanti mudah-mudahan sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertambangan Kota Tasikmalaya, Endang Nurjaman mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana survey penelitian kandungan minyak bumi di beberapa tempat di Kota Tasikmalaya oleh pihak pertamina pusat. Menurut Endang, diharapkan dengan ditemukannya kandungan minyak bumi di Kota Tasikmalaya, bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Kota Tasikmalaya.”Biaya penelitian itu kan mahal jika dilakukan oleh sendiri. Maka ketika ada investor yang menawarkan melakukan penelitian, ya kita sambut baik,” ujarnya.
Namun demikian lanjut Endang, berbagai pertimbangan termasuk masalah dampak juga harus dipikirkan dan dimatangkan. Jangan sampai, kata dia, apa yang tadinya bernilai positif malah menjadi sumber permasalahan apalagi ini menyangkut masyarakat umum khususnya terkait lahan yang akan digunakan tempat penelitian. “Untuk itu secara bertahap pemerintah kota dengan pihak pertamina akan melakukan sosialisasi secara bertahap terhadap masyarakat baik di tingkat kecamatan hingga di kelurahan-kelurahan agar dalam pelaksanaannya nanti bisa dilakukan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Forum Ulama Kota Tasik Gelar Istigosah
Untuk Kemenangan Budi-Dede
TAMANSARI, (KP).-
Forum Ulama Kota Tasikmalaya menggelar istigosah (do’a bersama) untuk kemenangan Budi-Dede di Pondok Pesantren Al-Ihsan Ciharashas Kelurahan Sumelap Kecamatan Tamansari, Kamis (21/6) kemarin pagi. Hadir dalam kesempatan tersebut, sesepuh Ponpes Al-Ihsan Ciharashas, KH. Abbas, sesepuh Ponpes Al-Munawar Zarnaujiyyah Pasirbokor, KH. Anas Muhajir, sesepuh Ponpes Nurussalam Madewangi, KH. Maman Lukman Ghazali, Sekretaris Forum Ulama Kota Tasikmalaya, Drs. H. Iman Suparman, M.Pd, mantan anggota DPR RI Fraksi PKB, KH. Dahlan Chudori, mantan anggota DPRD dari F-PPP Kabupaten Tasikmalaya, H. Badruzzaman, M.Pd, Ketua Relawan Nahdlyin Berbudi, Drs. Anis Nursobah, kiai utusan 69 kelurahan dan 10 kecamatan, ibu-ibu da’iyah, generasi muda, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa memenuhi kompleks pesantren.
Sekretaris Forum Ulama, H. Iman mengatakan, istigosah ini dalam rangka pemantapan dukungan kembali terhadap H. Budi Budiman dan H. Dede Sudrajat menjelang pencoblosan 9 Juli nanti. Menurutnya, ulama berkewajiban mengangkat pemimpin yang adil dengan hukum syara, bukan hukum akal sesuai dalam kitab Bidayatul Hidayah halaman 36.
“Makanya kami gelar istigosah ini demi kemenangan Budi-Dede pada 9 Juli mendatang,” tandas Iman.
Mantan anggota DPR RI, KH. Dahlan Chudori menegaskan, tampilnya Budi-Dede sebagai representasi ulama. Keduanya, kata Dahlan, memiliki karakteristik budaya yang sama dengan Nahdiyin. “Tong awur-awuran, umat kudu ngahiji jang nomer hiji. Pilih nu maca sholawatna jeung hate, lain nu diheureuykeun. Insya Allah meunang,” terang Dahlan.
H. Budi sendiri menyatakan, bahwa ia dan H. Dede tidak diragukan lagi ke Nahdiyinannya. Sebagai penganut paham Ahlussunah Wal Jamaah, ia seolah mendapat keberkahan atas dukungan dari para ulama. “Ini keinginan ulama, keinginan warga Nahdiyin. Apalagi sejak kecil keluarga besar saya NU, dan saat sekolah pun di sekolahnya NU di SMA Islam Cipasung,” tambah Dede.
Polsek Tamansari Bekuk ABG Komplotan Penjambret
Salah Seorang Pelaku Nyaris Dibakar Massa
TAMANSARI, (KP).-
Komplotan jambret bermotor di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota berhasil diringkus Satuan Reskrim Polsekta Tamansari, Rabu (4/7). Ketiga pelaku yang merupakan pemuda tanggung tersebut masing-masing YW alias Iyus (17), GG (19) dan IN (16) yang ketiganya warga Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Ketiganya merupakan sahabat yang kerap kali melakukan aksinya di wilayah hukum Kota Tasikmalaya. Dalam menjalankan aksinya, mereka kerap berdua atau bergantian pasangan satu sama lain. Mereka mengaku sudah lebih dari dua kali menjambret di malam hari, dengan mengendarai motor. Dalam aksinya, pelaku selalu menguntit dan memepet kendaraan sasaran yang kebanyakan wanita.
Kapolsekta Tamansari, Ajun Komisaris Dadi Suhendar mengatakan, penangkapan ketiga pelaku merupakan hasil pengembangan dari tertangkapnya salah satu pelaku penjambretan yakni YW alias Iyus (17) di Jalan Tamansari, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Selasa (3/7) malam.
YW tertangkap tangan saat menjambret tas milik Rani (28), warga Kampung Sindangreret, Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari yang baru pulang kerja sekitar pukul 22.00. Korban saat itu mengendarai motor sendirian. Sesampainya di lokasi, pelaku yang dibonceng GG menggunakan sepeda motor Yamaha Force One, memepet korban dan langsung menarik tasnya. Sontak, korban meneriaki pelaku.
Usaha korban ini berusaha dihalangi oleh pelaku agar tidak berteriak terus. Namun, upaya kedua pelaku gagal. Teriakan korban didengar warga yang langsung beraksi mengejar tersangka. Pelaku hendak kabur dengan sepeda motornya. Sial, sepeda motor milik pelaku tiba-tiba mogok. Seketika itulah, dengan emosi yang tinggi warga ramai-ramai menghajar pelaku. Sedangkan satu pelaku berhasil kabur. Warga juga ingin membakar tersangka hidup-hidup. Untung aksi brutal warga itu bisa dihalau petugas polisi.
“Kami mengamankan pelaku beserta barang bukti sepeda motornya yang digunakan beraksi. Setelah dilakukan pengembangan, kedua rekannya juga ikut dibekuk di rumahnya masing-masing,” ujar AKP Dadi.
Menurutnya, awalnya pihaknya mengamankan satu orang, lalu dilakukan pengembangan dan menunjuk teman-temannya. Saat diinterogasi, mereka mengaku telah melakukan aksinya di berbagai tempat termasuk dua kali di wilayah hukum Tamansari.
Daday Hudaya Siap Ramaikan Bursa Pilgub 2013
KOTA, (KP).-
Dua orang putera Tasikmalaya mulai disebut-sebut bakalan ikut meramaikan bursa pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Barat 2013 nanti. Selain nama Daday Hudaya asal Tamansari Kota Tasikmalaya, muncul pula nama Asep Maosul Affandi asal Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.
Anggota Komisi 3 DPR RI, Daday Hudaya, SH, MH, telah menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri pada pilgub tersebut. Kesiapan tersebut, dikatakan Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat ini, selain sebagai pengabdian pada tanah kelahiran Jawa Barat, juga pembuktian politik dia bahwa Demokrat memiliki kader-kader handal selain Wakil Gubernur, Dede Yusuf, Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Iwan Sulanjana.
“Masa calon gubernur itu-itu saja, saya juga siap dong. Apalagi modal di DPR dua periode sudah cukup melenggang ke Gedung Sate,” kata Daday, saat berkunjung ke kediaman orangtuanya di Jalan Tamansari, Rabu (25/7).
Menurut Daday, siapa pun berhak mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur. Tetapi, bagi Partai Demokrat tentunya harus mengutamakan tuan rumah dulu sebelum “tamu-tamu”. Adapun, tamu-tamu yang dimaksud, Daday tidak mau mengutarakannya. Hanya saja, sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat, ia mengaku tidak rela kalau Partai Demokrat dibajak kader baru yangg loyalitas ke-Demokratan-nya baru beberapa persen.
“Ah, gak perlu saya sebutkan, yang jelas semua pun sudah tahu siapa tamu-tamu itu,” tegasnya.
Mekanisme pencalonan Gubernur untuk Partai Demokrat, lanjut Daday, diputuskan atas rekomendasi DPP dengan dasar hasil survei. Namun, ujar anggota DPR RI asal daerah pemilihan Bandung dan Cimahi ini, survei bukan segalanya, karena pilgub bukan mencari gubernur polling atau gubernur populer, melainkan gubernur yang mampu mengelola Jawa Barat.
“Lihat saja DKI, Foke diunggulkan survei. Pada kenyataannya terpaut jauh dengan Jokowi, meskipun saya sendiri pendukung Foke,” terangnya.
Kesiapan pencalonan Daday Hudaya memang telah menghangatkan bursa pilgub Jabar. Baliho-baliho bertuliskan “Kang Daday untuk Jawa Barat” telah dipasang di berbagai Kota dan Kabupaten, termasuk di Tasikmalaya. Bahkan, silaturahmi atau kunjungan ke daerah pun sangat getol dilakoni, termasuk saat mengunjungi kediaman orang tuanya, ia selalu meminta do’a restu warga atas rencana pencalonannya itu.
Asep Maosul
Tak hanya Daday, anggota Komisi 8 DPR RI, KH. Asep Maosul Affandi pun telah diwacanakan untuk maju di Jabar Satu. Dominasi tokoh partai berlambang Ka’bah yang kerap menang pada pilkada di Jawa Barat itu menjadi alasan dia untuk turut bertarung menggeser Ahmad Heryawan.
Dan, keseriusan Asep Maosul sendiri telah ditunjukkannya, seperti pada jejaring sosial Facebook dengan membentuk grup “Asep Maosul Affandi for Jawa Barat” sebagai media komunikasi pendukung dan simpatisan pimpinan Ponpes Miftahul Huda Manonjaya ini. E-48***
Prihatin Rawan Pangan di Setiawargi
Anggota DPRD Prihatin Kasus Rawan Pangan
INDIHIANG, (KP).-
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Pepen Ruspendi mengaku prihatin terhadap warga Kelurahan Setiawargi Kec. Tamansari hingga harus makan nasi oyek akibat kekurangan pangan. Menurutnya, anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Tamansari tidak mempunyai kepekaan kalau saja tidak mengetahui adanya daerah yang rawan pangan.
“Terus terang saya mah prihatin. Padahal Kota Tasik cuma 10 kecamatan, masih ada daerah yang rawan pangan. Masya Allah..,” tandas Pepen, Rabu (26/9).
Pepen mengatakan, terungkapnya warga rawan pangan tersebut suatu hal yang sangat memalukan bagi Dewan dan Pemerintah. Pasalnya, bantuan-bantuan melalui beras miskin (raskin), LPM dan PNPM atau bantuan lainnya dikemanakan, kalau sampai terjadi seperti di Setiawargi? “Teu perlu aya nu kitu di Kota Tasik mah. Aya ge di Afrika,” ujarnya dengan sinis.
Selain itu, Pepen pun akan menekan Pemerintah untuk segera terjun ke lapangan mengantisipasi hal tersebut, termasuk Komisi 4 yang akan secepatnya mengecek ke lapangan.
“Keuekuh saya mah masih teu ngarti. Ari gawena anggota Dewan anu ti dapil eta khususna naon gawe atuh? Mun keneh kitu teh, geus we malundur, lah. Rek naon ari teu bisa mantuan rakyat mah,” tuturnya.
Akibat kemarau yang begitu panjang, warga di Kelurahan Setiawargi terpaksa memakan oyek. Masyarakat yang bergantung pada pertanian tersebut harus mengalihkan makanan sehari-harinya karena pesawahan kering akibat kemarau yang melanda Kota Tasikmalaya.
*Pemkot Siap Beri Bantuan
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Bagian Kesejahtraan Rakyat (Kesra) siap menyalurkan bantuan terhadap masyarakat yang saat ini mengalami rawan pangan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kesiapan pemerintah untuk menyalurkan bantuan tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Pemkot Tasikmlaya, Drs. H. Soni saat dikonfirmasi “KP” terkait terjadinya rawan pangan di masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Rabu (26/9) kemarin.
Namun demikian, kata dia, hingga hari kemarin pihaknya belum menerima laporan telah terjadinya kerawanan pangan baik dari tingkat kecamatan maupun dari tingkat kelurahan di Kota Tasikmalaya, termasuk dari Kecamatan Tamansari maupun Kelurahan Setiawargi.
“Karena terkait terjadinya kerawanan pangan bukan hanya tugas dari Bagian Kesra saja, melainkan juga tugas lintas OPD terkait termasuk di antaranya dari Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Perdagangan, Perekonomian dan yang lainnya,” ujar Soni.
Penanggulangan sebuah bencana, lanjut Soni, memang merupakan kewajiban pemerintah, khususnya dalam hal memberikan bantuan di mana untuk di Bagian Kesra sendiri ada yang namanya bantuan sosial yang salah satunya diperuntukan untuk bantuan bencana. “Dan bisa saja termasuk bantuan bencana rawan pangan akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” ujarnya.
Saat disinggung berapa jumlah bantuan tersebut, kata dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. “Ya kalau disebutkan angkanya kita belum bisa, yang jelas nantinya kita akan melakukan pengecekan sesuai laporan yang ada,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut Soni, selama belum ada laporan yang masuki dari bawah, Bagian Kesra sendiri tidak bisa melakukan apa pun. Namun demikian, kita akan mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, karena pungsi dari Bagian Kesra sendiri adalah koordinasi, adapun secara teknis ada di Dinas Sosial. Bahkan, kata dia, pihaknya masih menunggu petunjuk baik dari Wali Kota maupun dari Sekda terutama untuk menentukan bahwa kondisi sekarang ini sudah masuk katagori bencana atau belum.
“Ya, kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan terkait itu. Yang jelas anggaran bantuan khususnya terkait bantuan bencana di Kesra memang ada,” ujar Soni.
Warga Kampung Sukahurip Merasa Dibohongi Pembangunan “Bong”
Padahal Rencana Pembangunan Semula untuk Perumahan
KAWALU, (KP).-
Ketua RT 03/05 Kampung Sukahurip Kelurahan Gunungtandala Kec. Kawalu, Yayat (45) dan tokoh masyarakat, Iik (45) mengaku kecewa dengan pembangunan makam “bong” di kampungnya. Pasalnya, kata Yayat, asal muasal rencana pembangunan tersebut bukan untuk pemakaman tetapi untuk perumahan.
“Kapungkur mah saurna kangge Perum, tapi dugi ka ayeuna malah janten makam,” kata Yayat di kediaman Iik, Kampung Sukahurip, Minggu (14/10).
Menurut Yayat, warga di kampungnya dimintai tanda tangan untuk pembangunan Perumahan. Dan, warga pun, ujarnya, mengaku tidak keberatan karena akan berdampak pada ramainya perkampungan. Namun, setelah ditandatangani dan diberi uang Rp 10 ribu per orang, pembangunan Perumahan tersebut tidak ada dengan alasan yang tidak jelas. “Nah, eta nu ngaraos warga dibohongan mah. Saurna kangge Perum tapi malah janten makam bong,” tambah Iik menimpali.
Iik menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada tahun 2000. Ia dan warga lain kedatangan seseorang dan meminta tanda tangan persetujuan pembangunan Perumahan. Berhubung tanah di kampung dia kebanyakan milik warga kampung lain, akhirnya warga pun menyetujui. Lalu, terang Iik, berdirilah makam bong itu dengan jumlah sekarang mencapai 300 kuburan. Dan sampai sekarang, warga mendapat jatah pembangunan atau pemeliharaan. Tetapi, lanjutnya, dengan menjadi tukang bangunan atau pemelihara makam bukannya menimbulkan ketenangan, malahan sempat terjadi ketegangan antarpengelola. “Nya, dugi ka ayeuna ge warga di kampung ieu mah tara ilu biung pami aya makam baru teh, margi dampak na oge ngarugikan masyarakat di dieu. Kampung jadi sepi sareng fasilitas jalan oge malah rusak,” tutur Iik.
Agar keberadaan makam “bong” tersebut mendapat manfaat masyarakat sekitar, Iik dan Yayat berharap kepada siapapun yang berhubungan dengan makam untuk memperbaiki jalan dan memasang penerangan. Karena, sudah 12 tahun adanya makam tidak mempunyai dampak bagus bagi masyarakat sekitar.
Di lain pihak, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata ruang dan Pemukiman, Ir. Tarlan mengaku tidak mempunyai hubungan apapun dengan pembangunan makam. Menurutnya, pembangunan tersebut dilakukan komunitas yang membangun makam. “Dinas Cipta Karya tidak membangun makam bong, dan tidak pula mengeluarkan rekomendasi,” terangnya.
Solihin, Jokowi dari Setiamulya
Hadiri Perayaan HUT Kota Tasikmalaya
CIHIDEUNG, (KP).-
Perayaan HUT Kota Tasikmalaya ke - 11 yang digelar di Jalan Yudanegara, Rabu (17/10) dikejutkan dengan hadirnya “Jokowi”. Warga langsung menyalami Jokowi dengan rona senyum dan tawa kegirangannya. “Jokowi, Jokowi!” seru Neni, warga Yudanegara sambil menunjuk peserta yang berseragam putih-putih lengkap dengan topi layaknya Gubernur DKI itu.
Orang yang disebut mirip Jokowi itu pun langsung menghampiri Neni. Layaknya, Jokowi saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, ia pun menyalami warga satu persatu, dengan pengawalan petugas Kepolisian. Bahkan, tiga orang pengawal dengan kacamata hitamnya mengiringi iringan Jokowi sambil sesekali mengosongkan jalan dari kerumunan peserta.
“Doakan saya ya, Jakarta pasti berubah,” kata pria yang mirip Jokowi itu.
Pria yang disebut Jokowi tadi, akhirnya melepas lelah di Masjid Agung. Namun, warga yang sekedar ingin mengabadikan hadirnya Jokowi tersebut terus menghampiri dia. “Aduh, cape oge jadi Jokowi teh, komo lamun enyaan ieu teh,” ucap dia.
Pria yang mirip Jokowi tersebut bernama Solihin. Ia berstatus sebagai staf di Kelurahan Setiamulya Kec. Tamansari. Pada awalnya, Solihin tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti Jokowi. Tetapi, karena anjuran dari Lurah Setiamulya, Ade serta Kasi Pemerintahannya, Momon, Solihin diharuskan memakai pakaian Gubernur karena mirip Jokowi.
“Ieu atuh da kedah ngangge pakaian kieu, atuh abi ge jadi cape kedah nyalaman warga,” ujar Solihin.
Baju Dinas mirip Jokowi saat pelantikan itu, terangnya, merupakan pinjaman dari Kasi Pemerintahan Setiamulya. Kebetulan, kata Solihin, Kasinya itu alumni STPDN. “Pas dipake, eh meni pas pisan,” ungkapnya.
Tunggu Hari Pelantikan, H. Budi Perbanyak Ilmu Pemerintahan dan Silaturahmi
TAMANSARI, (KP).-
Menjelang pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya periode 2012 - 2017, H. Budi Budiman dan H. Dede Sudrajat yang akan digelar pada Rabu (14/11) nanti, Budi memanfaatkan waktu senggangnya untuk memperdalam Ilmu Pemerintahan dan bersilaturahmi dengan berbagai kalangan. Berbagai buku menyangkut Ketatanageraan, Perundang-undangan dan hal lain yang diperoleh lewat saran, nasihat dan koreksi tokoh masyarakat maupun ulama, kata Budi, menjadi penyemangat dia menjelang hari pelantikan yang tinggal 8 hari lagi.
Selain itu, terangnya, ia juga kerap berkonsultasi dengan para birokrat Kota Tasikmalaya dan para alim ulama serta dinas-dinas mengenai program kerja yang berkaitan dengan Visi Misi Budi-Dede.
Bahkan, perihal Tahun Tematik 2013 juga sudah dipersiapkan Budi bahwa Tahun 2013 sebagai tahun Infrastruktur dan Ekonomi. Dan, dari tahun tema infrakstruktur dan ekonomi tersebut, pembangunan jalan, penyelesaian aset, sampah, pembenahan PD Pasar dan komunikasi dengan masyarakat akan menjadi perhatian utama Budi diawal Pemerintahan.
“Meskipun gebrakan lain menyangkut koordinasi pasca Pelantikan, harus menjadi prioritas internal Pemerintahan” terang Budi, saat menghadiri pernikahan putra dari Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Tatang Multiara, Minggu (4/11).
Budi mengungkapkan, program kerja diawal Pemerintahan akan terasa hambar tanpa adanya koreksi dan masukan masyarakat. Sehingga yang akan menjadi modal paling penting dia sebagai Wali Kota nanti, Ia akan selalu untuk bisa mendengar, melihat dan merasakan keluhan masyarakat dari berbagai koreksi dan evaluasi demi terwujudnya sinergitas semua pihak dalam membangun Kota Tasikmalaya.
Bagi Budi pun, mengatur pemerintahan dan perusahaan sama saja, karena letak perbedaan hanya pada mengatur keuangan. “Kalau Uang Negara harus sesuai aturan perundangan - undangan, sementara uang swasta tergantung kebijakan dan kebutuhan perusahaan. Tapi intinya sama, keuangan harus dikelola dengan hati - hati dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dihari ke - 9 menjelang moment bersejarah Wali Kota ketiga setelah Bubun Bunyamin, Syarif Hidayat dan yang akan segera dilantik Budi Budiman, Ia pun akan memegang amanat Keluarga bahwa “Istiqomah” dalam memegang amanat serta membagi waktu dengan keluarga, menjadi “Alarm” pembangkit Budi dalam memerintah 12 ribu Pegawai Negerinya.
Sementara itu, pendamping Budi, Dede Sudrajat, mengaku lebih tenang dan santai karena pelantikan 14 November nanti bukan dunia baru Dede. Menurutnya, pelantikan nanti hanya bersifat ceremonial dan penguatan status Dede sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya kedua kalinya. Bagi Dede, pelantikan nanti sangat berbeda dengan pelantikan tahun 2007 lalu karena Pemerintahan menjadi dunia baru Dede. Sementara sekarang, lanjutnya, tinggal melanjutkan dari dunia sebelumnya. “Dulu sempat grogi karena pemerintahan dunia baru saya, kalau sekarang mah hanya melanjutkan, jadi bisa lebih tenang dan santai” kata Dede.
Dan, aktifitas sehari - hari Dede pun, paparnya, masih diseputar Pemerintahan. “Yang beda cuma Wali Kotanya, sementara aktifitas tidak berubah. Kalau Pak Budi mungkin bisa grogi ya” canda Dede.
Dinas BMPPE Harus Proaktif dan Respons Sikapi Penambangan Emas
Sebelum Timbul Persoalan Sosial dan Lingkungan
INDIHIANG, (KP).-
Penambangan emas di Kampung Ciwaru dan Kampung Cipeusing Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari dinilai suatu potensi kekayaan alam Kota Tasikmalaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, menurut anggota Komisi 3 DPRD Kota Tasikmalaya, Heri Ahmadi, potensi kekayaan alam tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh Dinas Binamarga, Pengairan dan Pertambangan (Dinas BPP) agar bisa diolah Pemerintah.
“Itu potensi dan harus segera direspons,” kata Heri, Kamis (8/11).
Menurut anggota DPRD dari PKS ini, selain penindakan lebih lanjut, Dinas juga harus memperhatikan faktor keselamatan penambang dan rusaknya lingkungan. Apalagi, alat yang digunakan masyarakat masih tradisional serta buangan galian yang akan berdampak pada lingkungan.
“Nah, tahapan itulah yang harus segera dilakukan, karena kalau meneliti berapa kandungan emas di dalamnya memerlukan waktu yang tidak sedikit,” terang Heri.
Heri pun mengungkapkan dampak lain yang dapat mengancam keharmonisan budaya dan sosial masyarakat sekitar, bahwa dampak dari penambangan emas selalu berefek sosial sehingga menimbulkan pertentangan. Apalagi, jelas Heri, para pendulang emas dari daerah lain pun dapat dipastikan segera merapat ke daerah Setiawargi guna mengais rezeki untuk memperoleh emas.
“Dan kabar adanya emas akan membawa angin segar penambang untuk memiliki galian di sana (Setiawargi) karena kabar tersebut telah menyebar kemana-mana,” tegasnya.
Untuk itu, sebagai anggota DPRD yang membawahi masalah pertambangan, Heri meminta ketegasan Dinas untuk segera mengambil langkah proaktif dan preventif agar lingkungan di Setiawari terlindungi dari berbagai ancaman.
“Jangan sampai jatuh korban karena penggalian tidak memperhatikan keselamatan, serta berpotensi menimbulkan keresahan sosial,” tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Binamarga, Pengairan dan Pertambangan Kota Tasikmalaya, disampaikan Kasi Pertambangan, Cecep Taufik Hidayat akan mengunjungi lokasi pada Jum’at (9/11) pagi.
Penggalian Emas di Setiawargi Harus Dihentikan
Menunggu Hasil KajianTim Eksplorasi Desember Mendatang
TAMANSARI, (KP).-
Tim Surveyor Dinas Binamarga Bidang Pertambangan menghimbau masyarakat penggali emas di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari untuk menghentikan aktivitas penggalian. Pasalnya, perangkat penggalian dinilai membahayakan keselamatan penggali.
“Di sini tidak ada pengaman apa pun. Sehingga kami himbau untuk dihentikan,” kata Kasi Pertambangan, Cecep Taufik Hidayat saat berkunjung ke lokasi, Jum’at (9/10).
Menurut Cecep, penghentian penggalian telah sesuai dengan Edaran Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) pada Maret 2012, bahwa setiap penggalian harus dihentikan.
“Dan di sini pun bukan penambangan, tetapi kategori penggalian,” ujarnya.
Cecep mengungkapkan, apa yang dikerjakan penggali dalam mencari emas juga belum pasti 100 persen. Apalagi, hasil kajian sementara tim eksplorasi pertambangan dari Bandung belum ada temuan baru perihal emas.
“Makanya lebih baik dihentikan sambil menunggu laporan tim eksplorasi Desember nanti,” terangnya.
Senada dengan Cecep, Kapolsekta Tamansari, AKP Dadi Suhendar yang saat itu turut meninjau lokasi, berjanji akan memantau jalannya penghentian galian tersebut. Menurutnya, sebelum keluar keputusan Dinas, Polsek akan melakukan pencegahan sebelum timbul korban.
“Kalau sudah ada izin sesuai prosedur mah, kita pun tidak masalah. Tapi arahan Dinas harus dihentikan, sehingga kami pun akan menghimbau hal sama untuk menghentikan penggalian,” kata Dadi.
Di tempat yang sama, Ketua RW 05 Cisugih Kelurahan Setiawargi, Juanda akan menindaklanjuti himbauan Dinas Binamarga Bidang pertambangan. Sebelum adanya keputusan eksplorasi, ia akan segera meminta pernyataan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas keselamatan penggali.
“Pami tos kitu mah nya abdi ge kantun dikempelkeun, teras dihimbau kangge eureun ngagalina. Teras pami teu nurut mah nyanggakeun we ka anu berwenang,” jelasnya.
Adapun langkah Bidang Pertambangan saat ini, akan membawa sampel (contoh) batuan untuk diuji laboratorium untuk mengetahui besar-tidaknya kandungan emas di Setiawargi.
Pantauan “KP”, dua titik penggalian emas di Kampung Ciwaru dan Kampung Cipeusing tidak memiliki perangkat keamanan memadai. Dengan peralatan seadanya, mereka telah menggali tanah sumur sedalam 10 meter sampai terusan di dalamnya 15 meter. Namun, menurut penggali, mereka bukannya tidak memperhatikan keselamatan, tapi mereka tidak memiliki alat lain karena tidak cukup modal untuk menggali emas tersebut.
Wali Kota Tak Puas Pengelolaan Sampah
Satu Bulan Kepemimpinan H. Budi Budiman
TAMANSARI, (KP).-
Dalam satu bulan sejak dilantik menjadi Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman terus menunjukkan keseriusannya membawa haluan pemerintah Kota Tasikmalaya. Tepat satu bulan sejak dilantik, Sabtu (14/12), Wali Kota mengunjungi TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) Ciangir di Kecamatan Tamansari.
Setibanya di TPSA Ciangir, Budi langsung meninjau lokasi pembuangan sampah dengan tanpa merasa jijik dengan banyaknya kotoran sapi di jalan yang dilintasi maupun bau yang menyengat. Budi terus berjalan kaki mendekati lokasi tumpukkan sampah.
Sejumlah kepala dinas yang memberikan masker penutup mulut pun tak dihiraukan dia, tetapi Budi malah asyik menunjuk ke sana-sini sambil terus mempertanyakan sejumlah hal. “Itu sapi untuk apa? Terus sampah ditumpuk begini tanpa dibilah dan dipisah ya?” kata Budi.
Karuan saja, Kepala Dinas Cipta Karya, Ir. Tarlan gelagapan dan hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan Budi. Bahkan, Tarlan mencoba mencari pembenaran bahwa dari saat pemungutan sampah memang sudah tidak dibilah.
Puas dengan menyaksikan langsung tumpukkan sampah, Budi pun menghampiri Kantor TPSA. Di kantor TPSA itu, Budi menyelinap ke belakang kantor dan kembali mencecar Tarlan kenapa alat pembilah sampah tidak berfungsi. Bahkan, kata informasi yang diketahui Budi, ada beberapa peralatan yang hilang diembat maling. “Ini kenapa juga alat pengolah tidak dipakai lagi. Sayang padahal ini memakai uang masyarakat,” tandas dia.
Tanpa basa-basi lagi, Budi pun memasuki Kantor TPSA, dan melihat peta TPSA. “Oh di sini ya tanggul yang ambrol itu. Terus kenapa sampai ambrol. Katanya racun sampah ini mematikan kolam ikan warga. Ini harusnya tidak boleh terjadi ya. Kasian warga,” tegas Budi.
Setelah cukup dengan kondisi yang dipantau, Kadis Cipta Karya, Tarlan meminta Wali Kota yang diusung Koalisi Masyarakat Madani itu melihat pemaparan Bidang Kebersihan mengenai kondisi TPSA. Dalam layar infokus yang membentang, Tarlan mengungkapkan bahwa kondisi eksisting kendaraan pick up dan engkel banyak yang tidak layak pakai. Selain itu, untuk kondisi eksisting alat berat seperti backhoe, roader dan buldozer juga sering rusak meski layak pakai. “Sehingga sampah yang bisa diangkut hanya 40 persenan tiap harinya,” terang Tarlan..
Mengenai sarana pewadahan sampah juga, lanjut dia, belum begitu optimal. Yang salah satunya, masih saja ada wadah sampah hilang di tengah kota. “Juga dibutuhkannya penambahan petugas,” kata Tarlan.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengakui pengelolaan sampah saat ini masih kurang optimal. Makanya, ia ingin mengubah pengolaan tersebut dengan sistem yang dimulai sejak dari depo sampah dimana setiap sampah harus dibilah. Juga jadwal tetap pengangkutan, dan mengoptimalkan Bank Sampah yang sudah ada di 20 RW se-Kota Tasikmalaya. “Termasuk rute sampah karena pelayanan sampah hak masyarakat,” ujarnya.
Setelah mengetahui langsung kondisi TPSA itu, Budi mengatakan kepada “KP”, bahwa semua harus berubah karena yang akan abadi adalah perubahan itu sendiri.
Warga Lama Menanti Pemerintah Baru Berjanji
Kerusakan Jalan di Tamansari
TAMANSARI, (KP).-
Perjalanan dari Balai Kota Tasikmalaya ke lokasi Objek Wisata Curug Tonjong di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari bisa memakan waktu satu jam. Hal itu diakui Wakil Wali Kota, H. Dede Sudrajat saat meresmikan Curug Tonjong di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari, Selasa (15/1).
"Satu jam saya bisa nyampai kesini. Sementara kalau kunjungan dalam kota hanya beberapa menit saja ke lokasi" kata H. Dede saat tiba digerbang objek wisata Curug Tonjong.
Menurut H. Dede, buruknya infrastruktur jalan menjadi penyebab lambatnya perjalanan. Mobil dinas yang ia tumpangi tidak bisa melaju cepat karena harus menembus jalanan berlubang. "Ya begitu, kecepatan paling 20 km/jam. Apalagi dengan mobil sedan," ujarnya.
H. Dede mengatakan, penurunan laju kecepatan harus dilakukan ketika masuk Jalan Tamansari Gobras. Dari sana, mobil dinas dia harus melaju zigzag mencari jalan yang mulus. Begitu pun ketika masuk jalan Pasar Gegernoong, ribuan "logak" telah menanti H. Dede, walaupun pun kalau sudah keluar Gegernoong sudah cukup bagus untuk beberapa ratus meter. Tetapi, ketika masuk Jalan Setiawargi sampai Curug Tonjong, ribuan 'logak' tersebut kembali menghadang Dede. Sehingga, sopir H. Dede pun harus kerepotan menghindari lobang agar tidak terjerembab dan terkena gesekan bebatuan.
Selama perjalanan, diakuinya, kerap melihat situasi perkampungan masyarakat Setiawargi. Ratusan rumah yang tidak layak huni, minimnya sarana penerangan jalan dan banyaknya lahan kosong semakin meyakinkan dia untuk mebenahi Tamansari.
Apalagi, faktor utama ketertinggalan masyarakat Tamansari saat ini, akibat buruknya jalan. "Nanti kita ajukan agar jalan-jalan di perbatasan mendapat prioritas, karena sudah 10 tahun, memang terbengkalai," tandas Dede.
Ada beberapa solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Tamansari. Salah satunya, kata Dede, mengenai arus transportasi massal yang harus dibangun. Misal, untuk tahun mendatang harus direncanakan mengenai dibukanya jalur Gunungtanjung - Gegernoong dan Jatiwaras - Gegernoong. Sehingga, biaya transportasi masyarakat akan murah dibanding sekarang yang selalu mengandalkan ojek atau kendaraan pribadi, juga masyarakat yang dilintasi akan bisa jualan. "Namun, kunci utama dari semua itu adalah Jalan. Dan perbaikan jalan harus diutamakan," tegasnya.
Menurut catatan Camat Tamansari, Rahman. Tingkat kerusakan jalan di Kelurahan Setiawargi cukup tinggi, mayoritas jalan di kecamatan ini dalam keadaan rusak berat. "Penduduk 11.465 jiwa, luas wilayah 1.032 Hektar, penerima beras miskin 2.170 Kepala Keluarga dan pemakai kartu Jamkesmas 8600 jiwa, sudah semestinya mendapat prioritas utama Pemerintah," kata Rahman.
Menurut dia pembangunan jalan masih terfokus di kawasan perkotaan saja, padahal kawasan pinggiran pun perlu diperhatikan.
Wali Kota Minta Warga Bersabar
Tanggapi Keluhan Jalan ‘Sejuta Logak” Tamansari
CIBEUREUM, (KP).-
Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman meminta warga Tamansari untuk bersabar karena tahap pembangunan jalan di Kota Tasikmalaya, termasuk Jalan Tamansari masih dalam proses asssitensi. Menurutnya, ia belum bisa bergerak karena Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2013 dari seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru diterimanya, Senin (7/1) lalu. “Mohon bersabar dulu, karena DPA-nya juga masih berproses,” kata Budi, saat meninjau Sentra Salak Pondoh Tasik (Pontas) Kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum, Kamis (17/1).
Menurut H. Budi, sistem keuangan birokrasi berbeda dengan swasta. Di lembaga birokrasi, pengelolaan keuangan harus benar-benar sesuai prosedur. Sehingga, di minggu ke tiga ini DPA bisa selesai dan di minggu ke empat sudah di-assistensi. “Makanya saya tegaskan untuk bisa sabar sedikit, apalagi orang sabar disayang Tuhan,” candanya.
Budi pun menyatakan, proses realisasi program infrastruktur sudah bisa dimulai sejak Februari karena Pemerintah Kota juga ingin bergerak cepat membenahi infrastruktur Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, Kepala Dinas Binamarga, Pengairan, Pertambangan dan Energi (BMPPE), Endang Nurzaman berjanji, untuk sementara ini pihaknya akan menutup lubang-lubang Jalan Tamansari dengan bebatuan ‘barangkal’. Menurutnya, limat truk brangkal sudah dipersiapkan dan akan segera dikirim ke Jalan Tamansari.
“Kami pun ingin bergerak cepat, dan pembrangkalan ini hanya untuk meminimalkan kerusakan sementara,” terangnya.
Kendati demikian, jelas Endang, untuk perbaikan keseluruhan dengan hotmix akan dilakukan awal Maret karena Februari sudah mulai lelang. “Kalau teknisnya sekitar April-Mei karena harus melalui berbagai tahapan,” tuturnya.
Untuk menghotmix Jalan Tamansari, lanjut Endang, membutuhkan angaran sebesar Rp 4,4 miliar. Dan kebutuhan tersebut telah diakomodasi oleh Pemerintah Provinsi sebesar Rp 2,9 miliar dan dari APBD Kota Tasikmalaya Rp 1,5 miliar. Adapun untuk titik ruas pengerjaan, meliputi Jalan Tamansari (Gegernoong) hingga Pertigaan Jalan Cagak Galuh, dan Jalan Pagaden Bong.
Dinas Binamarga Perbaiki Jalan ‘Sejuta Logak’ Tamansari
TAMANSARI, (KP).-
Dinas Binamarga, Pengairan, Pertambangan dan Energi (BMPPE) Kota Tasikmalaya, langsung memperbaiki Jalan ‘Sejuta Logak’ Tamansari dengan batu ‘brangkal’. Setiap ‘logak’ yang kemarin dikeluhkan warga, kini telah tertutup rapi sehingga pengendara roda dua dan empat yang biasa melintas tidak perlu lagi ‘zig-zag’, karena puluhan pekerja jalan sudah memulai perbaikan. Ribuan kubik batu ‘brangkal’ sudah tersimpan di pinggir jalan, termasuk satu unit stoom wall penggilas aspal.
Dipimpin langsung Kepala Dinas Binamarga, Endang Nurzaman, Kabid Jalan dan Jembatan, Trisno, Kasi Jalan, Arid dan beberapa staf pelaksana, penutupan lubang jalan dimulai dari Jalan Tamansari (Gunung Kanyere). Setiap lubang jalan yang menganga langsung ditutupi sehingga tidak ada lagi yang berlubang. Dan pengerjaan pun terus maju ke arah Jalan Tamansari (Gegernoong), Bahkan hingga kemarin siang sudah mencapai 1 km lebih di pertigaan Gobras-Nagarakasih.
Kadis Binamarga, Endang mengatakan, untuk menutupi setiap lubang diperlukan waktu tiga hari, sementara sampai digilas aspal akan menghabiskan waktu satu minggu.
Kendati demikian, agar pengerjaan bisa dipercepat, Endang akan menambah personil pekerjanya dengan menurunkan 10 orang lagi ke lapangan. “Untuk saat ini ada 10 orang. Dan besok (hari ini, Sabtu, 19/1) akan kami tambah,” kata dia saat meninjau penutupan lubang Jalan Tamansari, Jum’at (18/1).
Menurut Endang, upaya perbaikan yang tengah dilakukan Binamarga, bagian optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat.
Dikatakannya, telah menjadi kewajiban Pemerintah untuk merespons keluhan warga. “Kami akui, kalau Jalan Tamansari ini memang harus segera diperbaiki, karena kepadatan lalu lintas pun sangat ramai,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Endang pun mengungkapkan rencana kegiatan Tahun Anggaran 2013 Dinas Binamarga untuk Kecamatan Tamansari merupakan yang terbesar di Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, selain Jalan Tamansari, ada 13 ruas jalan lagi yang tentunya sama diperbaiki. “Secara keseluruhan dihotmix, hanya satu yang dilapen,” terangnya.
Tamansari Mendapatkan Prioritas Pembangunan
TAMANSARI, (KP).-
Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini tengah mengutamakan dan memprioritaskan pembangunan di wilayah Kecamatan Tamansari. Menurutnya, kebijakan itu dilakukan mengingat Kecamatan Tamansari merupakan wilayah yang pembangunannya tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Sehingga, kata dia, untuk pembangunan 2013 maupun 2014, Tamansari harus dikembangkan dan diutamakan.
“Ini yang menjadi PR saya dan kita bersama. Memang sudah selayaknya Tamansari mendapat keutamaan dalam pembangunan,” ujarnya, saat membuka kegiatan Musrenbang Kecamatan Tamansari, Rabu (13/2).
Menurut H. Budi, permasalahan Tamansari sangat kompleks. Mulai dari infrastruktur jalan, banyaknya pegunungan dengan penduduk yang terpencil-pencil serta minimnya akses transportasi menyebabkan Tamansari selalu terbelakang. Bahkan, hasil pemantauan dia saat Pilkada, masih ada suatu daerah yang tidak bisa dilewati roda empat. “Dan saya terpaksa harus naik ojek,” kata dia.
Kendati demikian, untuk alokasi anggaran 2013, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah nyata mengutamakan Tamansari dengan mencurahkan anggaran terbesar untuk pembangunan jalan-jalan di Tamansari. “Misal untuk jalan utama saja, kami alokasikan Rp 4,2 miliar lebih, termasuk jalan lain di pelosok,” ungkapnya.
Mengenai Musrenbang ini pun, lanjut Budi, segala ajuan diusahakan sama dengan ajuan hasil Musrenbang tahun sebelumnya. Sehingga tidak menumpuk dan teralokasikan. “Kalau ada 100 titik jalan yang diajukan, sementara 70 sudah direalisasi, baiknya yang sisanya saja untuk diajukan agar tidak terjadi penumpukan program,” jelasnya.
Masih kata Budi, untuk mendorong percepatan pengembangan Tamansari, penetapan lokasi untuk penegrian Unsil di Tamansari menjadi salah satu cara. Dengan adanya Unsil, tuturnya, perekonomian warga pun diharapkan meningkat karena terciptanya peluang usaha baru. “Bayangkan saja per tahun mampu menyerap 3.000 mahasiswa. Akan berapa perputaran uang di Tamansari?” tandasnya.
Budi pun tidak mempermasalahkan bahwa pemilik tanah yang akan dijadikan lokasi Unsil dimiliki pejabat atau siapa pun. Pasalnya, yang akan menentukan harga tanahnya juga oleh tim khusus Provinsi.
“Pemerintah Kota hanya memfasilitasi, dan perwakilan Gubernur saja,” paparnya.
Dalam Musrenbang yang dihadiri pula oleh Ketua BK DPRD, Nurul Awalin, anggota DPRD dari Fraksi PAN, Wawan Rahwan dan Ade Asfahani dari Fraksi PKS itu, H. Budi mengkritisi adanya spanduk Jalan Tamansari Sejuta Logak, yang kata dia, seharusnya tidak dipasang karena waktu pelaksanaan pengerjaan sudah jelas terjadual.
“Mengkritisi boleh, tapi harus dipahami dulu prosesnya karena saya yakin yang memasang spanduk juga tahu proses tersebut,” pungkasnya.
Pemkot Terus Minimalisasi Penderita Bibir Sumbing
TAMANSARI, (KP).-
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait terus berupaya meminimalisasi penderita kelainan bibir sumbing dan celah langit-langit.
Operasi dan sosialisasi akan terus dilakukan agar penderita bisa kembali tersenyum.
Demikian diungkapkan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman di sela-sela Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-langit RS. Islam Hj. Siti Muniroh di Kecamatan Taman Sari Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/3).
"Menurut data dari WHO (organisasi kesehatan PBB), di Indonesia satu dari 500 bayi yang melahirkan menderita kelainan celah bibir dan langit-langit. Rasio ini lebih besar dibandingkan di Eropa 1:700 dan Afrika 1:1000. Untuk itu bakti sosial seperti ini harus terus dilakukan untuk menekan jumlah penderita," katanya seusai meninjau ke ruangan operasi RS. Islam Hj. Siti Muniroh.
Mencari penderita kelainan dibagian mulut itu, kata dia, memang bukan perkara yang mudah. Karena persepsi di kalangan masyarakat menganggap penderita menjadi aib sebuah keluarga. "Justru itu, anggapan itu harus diubah. Kita lakukan operasi gratis agar mereka bisa kembali tersenyum dan percaya diri melakukan aktifitas," katanya.
Bakti sosial yang dilakukan atas kerjasama RS. Islam Hj. Siti Muniroh, Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit (YPPCBL) Indonesia dan Dinas Kesehatan Tasikmalaya tercatat 58 penderita dioperasi.
Namun setelah diobservasi oleh tim medis yang berjumlah 16 orang, ada 6 orang yang belum bisa dioperasi karena tengah terserang flu.
"Saya mendapat informasi, selama 13 kali diadakan operasi seperti ini 8 diantaranya dilakukan di sini. Ini patut diapresiasi dan terus digelorakan," kata Sekertaris Umum YPPCBL Indonesia, Drg. Siti Abidah.
Dari jumlah penderita yang dapat dioperasi, kata dia, ada beberapa diantaranya harus dilakukan operasi kedua.
Karena, untuk mengembalikan celah langit membutuhkan waktu.
"Tergantung dari asupan gizi pula. Misalkan seorang anak terdapat kelainan pada bibirnya saja. Sekali operasi saja biasanya cukup, berbeda dengan langit-langit yang membutuhkan waktu. Rentang waktu operasinya juga bisa berbulan-bulan," jelasnya.
"Seandainya sudah terlihat normal pun, idealnya memang ikut terapi agar cara berbicaranya kembali normal. Tetapi tidak banyak yang melakukan itu, padahal kami di Bandung menyediakan speech therapy secara gratis. Tinggal datang saja," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSI Hj. Siti Muniroh, Ii Supriatna mengucapkan terima kasih kepada Pemkot atas bantuan dan dukungan untuk meminimalisasi penderita kelainan celah bibir dan langit untuk masyarakat tidak mampu. Pada kesempatan yang sama juga, Wali Kota Tasikmalaya melakukan gunting pita sebagai simbol peresmian ruang VVIP RSI Hj. Siti Muniroh.
Lokasi “Unsil Negri”di Sumelap dan Mugarsari
TAMANSARI, (KP).-
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman menegaskan penetapan lokasi (penlok) sebagai lahan tambahan seluas 30 hektar untuk penegerian Universitas Siliwangi tidak berubah. Lokasi lahan tersebut tetap berada di daerah Sumelap dan Mugarsari. Begitupula dengan kesepakatan harga bersama warga pemilik tanah akan dipercayakan kepada tim penaksir independen.
"Pada prinsipnya kita tidak akan merubah penlok yang ada. Setelah kita memperpanjang waktu penlok, untuk penetapan harga itu kita tunjuk tim penaksir harga tanah (appraisal--red.) independen. Kita tidak bisa intervensi, mudah-mudahan harga yang ditetapkan bisa memuaskan semua pihak," ujar Budi Budiman seusai Peresmian Pembangunan Kecamatan Tamansari di SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (26/3).
Tim tersebut, lanjut dia, akan turun ke lokasi bersama Badan Pertahanan Nasional untuk pemetaan terakhir. Terkait dengan kesepakatan harga, masyarakat akan dilibatkan dalam beberapa pertemuan. "Kita upayakan secepat mungkin pada tahapan ini bisa segera selesai. Karena jika sudah berdiri dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dan itu butuh dukungan dari masyarakat pula," katanya.
"Apalagi Menteri juga bakal meresmikan lokasi ini bulan Juni 2013. Makanya kita berupaya sesegera mungkin bisa diselesaikan. Saya kira tidak akan menjadi kendala. Dan yang lalu-lalu itu ada komunikasi yang kurang terbangun maksimal sehingga tidak kunjung usai," tambahnya.
Sudah diukur
Menurut Camat Tamansari, Rahman sejauh ini pengukuran sudah dilakukan oleh BPN dan memasang patok lahan yang dianggap sepakat dengan tim penetapan lokasi. Setidaknya ada 200 warga pemilik tanah di dua kelurahan tersebut yang akan terkena pembebasan lahan. Saat ini baru 25 hektar yang baru bisa dipasangi patok dari 30 hektar yang direncanakan.
"Hanya saja untuk harga jual, warga masih belum sepakat dengan yang tertera dalam Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Saat ini harga yang tertera dalam NJOP itu dikisaran Rp. 20 ribu. Sedangkan permintaan masyarakat lebih dari nilai tersebut," papar Rahman.
Pemilik tanah, jelas dia, meminta kenaikan tiga kali dari NJOP. Namun untuk kepastian berapa harga yang diberikan menungu dari tim appraisal yang dibentuk oleh Pemkot. "Tim appraisal saat itu hanya menghargai satu setengah dari NJOP. Saya kita tuntutan warga itu wajar seperti pembebasan lahan pada umumnya. Insya Allah tahun ini kesepakatan harga tidak ada masalah lagi mengingat situasi juga sudah cukup kondusif," ujarnya menutup pembicaraan.
Pembangunan di Kecamatan Tamansari Diresmikan
TAMANSARI, (KP).-
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman meresmikan hasil-hasil pembangunan tahun anggaran 2012 di wilayah Kecamatan Tamansari. Peresmian pembangunan ditandai dengan penandatanganan prasasti didampingi Unsur Muspida dan tokoh masyarakat di Halaman SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (26/3).
"Alokasi anggaran untuk Kecamatan Tamansari secara keseluruhan sebesar Rp. 5,5 Milyar di tahun 2012 yang lalu dan bila dibandingkan dengan kontribusi dari masyarakat dari PBB hanya Rp. 1 Milyar ini jauh sekali," ungkap Budi Budiman dalam sambutannya.
Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lanjut dia, pada hakikatnya adalah tujuan pembangunan secara umum. Strategi pembangunan ekonomi yang dilaksanan pemerintah ini dengan diharapkan dapat meningkatakan pendapatan daerah, perluasan kesempatan kerja, peningkatan pelayanan dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. "Oleh karena itu kita harus memacu pertumbuhan berbagai sektor. Diantaranya tercemrmin dari pembangunan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2012," katanya.
Ia memaparkan, Kecamatan Tamansari sendiri memiliki berbagai produk unggulan seperti produk kerajinan. Begitupula dengan komoditi pertanian yang cukup unggul dari lahan produktif. Namun diakuinya kendala infrastruktur akses menuju Tamansari menjadi hambatan. "Setahap demi setahap kita akan tingkatkan infrastruktur disini. Tahun anggaran kemarin pun lebih dari separuhnya untuk memperbaiki infrastruktur," katanya.
Perbaikan akses jalan, kata dia, akan diprioritaskan untuk anggaran tahun ini. Sehingga akses perekonomian pun lebih lancar tanpa mengeluarkan biaya tinggi. "Kecamatan Taman sari ini bakal menjadi besar. Selain perbaikan infrastruktur, penegerian Unsil akan mendorong akselerasi perekonomian. Apalagi menjadi kawasan pendidikan terpadu nantinya," paparnya.
Pemkot juga terus mendorong kemandirian masyarakat agar mampu mengelola sekaligus memberdayakan kemampuan masyarakat yang dimiliki oleh masing-masing kelurahan sehingga langsung dinikmati oleh seluruh warga pula. "Pemberdayaan itu agar masyarakat bisa berdaya dari segi ekonomi begitupula kemampuannya. Dengan begitu Tamansari bisa sejajar dengan kecamatan lainnya," katanya.
Polindes Terlantar
TAMANSARI, (KP).-
Telah satu tahun, Pos Persalinan Desa (Polindes) Kampung Cipangebak RW. 9 Kelurahan Tamansari Kecamatan Tamansari diterlantarkan Pemerintah. Pasalnya, selain tidak dihuni petugas kesehatan, juga kondisi bangunan yang nampak kumuh. "Pekarangan ditumbuhi ilalang, air sudah tidak mengalir, pintu keropos serta tidak dipasangi listrik" kata Ketua RW. 9, Mumu Mulyadi, Selasa (26/3).
Mumu mengungkapkan, Polindes yang terletak di perbatasan Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya dan Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya ini dibangun sejak 5 tahun lalu. Pada mulanya, dua orang bidan melayani kesehatan warga dan menghuni Polindes. Namun, sejak tahun lalu 2012 ditinggal begitu saja sehingga tidak ada lagi pelayanan kesehatan."Alasanna mah teu terang, mung tos karosong we Polindes teh" terang Mumu.
Keberadaan Polindes di Kampung Cipangebak meliputi 3 ke RW an dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang sangat dibutuhkan warga. Pasalnya, jarak ke Puskesmas sangat jauh dan terkadang harus melintasi wilayah Kabupaten Tasikmalaya ke Puskesmas Gunungtanjung. "Padahal pami aya nu bade ngalahirkeun teh cukup di Polindes, tapi ayeuna mah kedah ka Kota nu sakitu tebihna" terangnya.
Mumu pun hanya bisa berharap, dan semoga Pemerintah Kota Tasikmalaya mengaktifkan kembali Polindes, melayani kesehatan warga perbatasan itu.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Cecep Zainal Kholis mengaku tidak mengetahui adanya Polindes terlantar. Kendati demikian, secepatnya Ia mengirim utusan Dinkes meninjau Polindes tersebut. "Insya Allah nanti ditindak lanjuti" kata dia.
Cecep pun membeberkan jumlah Polindes mencapai 24 unit tersebar di daerah terpencil Kota Tasikmalaya. Yang peruntukkannya, jelas dia sebagai tempat kerja Bidan yang jauh dari Puskesmas atau Puskesmas Pembantu.
Tembok Pembatas Jebol
TAMANSARI, (KP).-
Tembok batas kompleks Marhamah Regency, di Kampung Pangkalan Wetan RT 02/12, Kelurahan Mulyasari jebol, Kamis malam (4/4).*
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Hanya saja beberapa warga yang berada persis di bawah tembok batas perumahan setinggi empat meter dengan panjang 200 meter mengungsi. Mereka khawatir kejadian serupa menimpa rumahnya.
"Abdi ti wengi oge tos ngungsi, bumi dikosongkeun we da paur," kata Ny Nining (36) warga setempat.
Rumah milik Ny Nining berada persis di bawah tembok pembatas perumahan dan hanya terhalang bangunan madrasah dari lokasi tembok yang ambrol.
Bahkan bagian dapur rumahnya sudah retak dan keluar rembesan air. Ia mengungsi ke bangunan yang disewa ibunya yang kebetulan kosong tidak jauh dari rumahnya.
Batas perumahan yang jebol tersebut berada persis di belakang Madrasah Diniyah Awaliyah Nurussalam. Tembok yang jebol diperkirakan mencapai 20 meter. Bagian pondasi rumah yang sedang dibangun di lokasi perumahan pun ambrol. B
ahkan beberapa material seperti pasir dan bata untuk membangun perum terbawa longsor menima lahan kosong yang dijadikan pemakaman.
Kepala Kelurahan Mulyasari Ruhin mengatakan ada 23 bangunan di lokasi yang sama kondisinya terancam, termasuk mesjid dan Madrasah. Atau ada 21 kepala keluarga yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Pasalnya kondisi benteng pembatas perumahan sudah terlihat cembung dan tidak lurus lagi.
Di beberapa rumah warga malah sudah ada yang retak dan keluar rembesan air termasuk di madrasah.
"Kita mau minta ke pihak pengembang untuk segera mengganti tembok batas, karena memang kondisinya sudah menghawatirkan," kata Lurah.
Jika terus-terusa dibiarkan, tegas Ruhin masyarakat tidak akan memiliki ketenangan. Mereka terus khawatir, karena yang dijadikan batas pengaman itu tembok bekas pagar yang sudah rapuh.
"Pagarnya tidak diganti, tapi malah ditimpah, jadi tidak kuat menahan beban, ini mau tidak mau harus diganti dengan pondasi yang baru," tegas Ketua LPM Kelurahan Mulyasari, H Endang Sumantri.
Ketua RT 02, Eman Suherman mengakui masyarakat sangat khawatir kejadian tersebut bisa terus terjadi di titik-titik lainya. Warga awalnya dikagetkan dengan suara "pepeletekan" kecil yang akhirnya disusul dengan suara gemuruh.
Si Jago Merah Lalap Satu Rumah
TAMANSARI - Si Jago merah melalap satu rumah di Kampung Cibungur RT.01/05 Kel. Tamansari Kecamatan Tamansari, Kamis (23/5). Rumah milik Ihok Alamsyah itu membakar seluruh peralatan rumah tangga, termasuk satu unit roda dua.
Menurut Saksi mata, Ketua RT. 01, Parhan, api muncul sekitar pukul 08. 00. Entah apa penyebabnya, api menjalar dari atap rumah dan baru bisa dipadamkan ketika 3 unit Damkar datang kelokasi. "Waktos eta teh panto di konci atuh da. Janten masyarakat oge kasesahan kangge mareuman caina" kata Parhan. Kepala Polisian Sektor Tamansari, AKP Dadi Suhendar, SH mengungkapkan, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Pasalnya, selain satu rumah yang terbakar, juga berbagai peralatan rumah tangga dan satu unit motor pun terbakar. Dadi pun mengucapkan terimakasihnya kepada masyarakat yang sigap melapor ketika kejadian. Sehingga api tidak terus menjalar ke rumah lain setelah Ia meminta bantuan ke Petugas Pemadam Kebakaran.
Wali Kota Pantau Penghotmikan Jalan Tamansari
TAMANSARI, (KP).-
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman memantau langsung pengerjaan hotmik yang dimulai di jalan Gegernoong Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Jumat (7/6). Pemantauan ini dilakukan untuk melihat kualitas hotmik yang dilakukan di beberapa titik termasuk Kecamatan Tamansari.
"Pemantauan ini sangat perlu dilakukan, karena tahun ini merupakan tahun infrastruktur hingga dua tahun kedepan. Mudah-mudahan dengan infrastruktur yang baik dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan hidup masyarakat," kata Budi Budiman.
Setelah dilakukan perbaikan mulai awal bulan lalu, jalan Gegernoong dilakukan peningkatan kualitas hingga perbatasan Kota-Kabupaten Tasikmalaya. Budi berharap kualitas jalan ini bertahan hingga beberapa tahun kedepan dan masyarakat ikut menjaga dengan merawatnya dengan baik.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan Pertambangan Kota Tasikmalaya Ivan Diksan daya tahan hotmik ini normalnya mencapai 5 tahun. Namun, untuk selama itu dengan beberapa persyaratan seperti tonase kendaraan yang tidak berlebih dan ditopang dengan drainase yang ideal.
"Kuat lima tahun itu syaratnya juga harus ditopang dengan drainase yang bagus seperti tidak limpasan air ke jalan. Idealnya dengan ketebalan 5 cm yang ada di sini memang untuk kapasitas kendaraan 10-12 ton," kata Ivan.
Ia mencontohkan, Jalan Letnan Harun saja kualitasnya bertahan hingga lima tahun dengan satu lapis hotmik. Hanya saja, setelah usia 2-3 tahun membutuhkan pemeliharaan seperti tambal sulam. "Pemeliharaan itu pasti selalu ada, terutama diusia 2-3 mendatang. Mudah-mudahan kualitas jalan seperti ini tetap terjaga juga di beberapa titik lainnya," tambahnya.
Pengrajin Kelom Geulis Keteteran
Harga Bahan Baku Melonjak
TASIKMALAYA, (KP).- Pengusaha kelom geulis Kota Tasikmalaya mengeluhkan harga bahan baku yang ikut melonjak seiring dengan kenaikkan BBM. Sementara mereka belum berani menyesuaikan harga kepada pelanggan. Alhasil beberapa keperluan produksi terpaksa dipangkas termasuk di antaranya harus menambah modal.
Hal itu terungkap pada kunjungan Walikota Tasikmalaya Budi Budiman kepada salah satu pengrajin kelom di Kp Gobras, Kec. Tamansari, Kota Tasikmalaya, milik Tatang Yudi (41), beberapa waktu lalu. Tatang mengungkapkan, kenaikan bahan baku kelom geulis tersebut mencapai 20 hingga 35 persen. “Mulai dari kayu balok dan transportnya, lem, karet dan lainnya. Saya susah menaikan harganya harus bertahap. Paling saya berani menaikan sedikit ke pelanggan dengan rata-rata harga Rp 40.000 hingga Rp 150.000/pasang,” katanya.
Walaupun pada Bulan Ramadan saat ini diakuinya pesanan mengalami peningkatan, Tatang mengaku hanya sedikit mengambil untung. Saat ini ia mampu memproduksi 700 hingga 800 pasang kelom geulis dengan mempekerjakan 45 pegawai. Sementara, sebelum bulan puasa atau hari-hari biasa ia hanya memproduksi 400 hingga 500 pasang kelom geulis. “Saya juga masih melayani permintaan ekspor ke Jepang dan Italia setiap enam bulan sekali sebanyak 45.000 pasang,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi KUKM Perindustrian Perdagangan Kota Tasikmalaya Tatan Rustandi pada kesempatan yang sama mengatakan, pemerintah tidak akan memberikan subsidi transportasi kepada pelaku pengusaha. Menurut dia, pemerintah bakal memberikan kompensasi atau kemudahan kepada pelaku usaha seperti perizinan dan pemasaran dengan menggaet para pelaku usaha Kota Tasikmalaya mengikuti pameran. “Dengan demikian, dampak kenaikan bisa direduksi. Selain itu juga pelatihan terhadap tenaga kerja agar bisa meningkatkan inovasi dan produktivitas mereka,” katanya.
Saat ini, pemerintah kata dia telah berupaya untuk memperbaiki infrastruktur pada kawasan sentra industri di Kota Tasikmalaya seperti di Gobras, Tamansari yang merupakan sentra kelom geulis. Selain itu juga, pemerintah akan menghotmix jalan di kawasan bordir Jln Air Tanjung, Kawalu. “Kami melakukan penguatan sebagai perimbangan kenaikan BBM tersebut,”ucapnya. Sementara itu, Walikota H.Budi Budiman saat mengunjungi toko milik Tatang sangat mengapresiasi produk buatan Tatang yang bisa tembus pasar internasional. Sebelumnya, Budi pun meninjau produksi bordir di Kawalu. Hal itu termasuk pada rangkaian pemantauan kegiatan ekonomi pascakenaikan BBM dan jelang hari raya beberapa waktu lalu
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)

















