Kamis, 01 Agustus 2013
Penggalian Emas di Setiawargi Harus Dihentikan
Menunggu Hasil KajianTim Eksplorasi Desember Mendatang
TAMANSARI, (KP).-
Tim Surveyor Dinas Binamarga Bidang Pertambangan menghimbau masyarakat penggali emas di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari untuk menghentikan aktivitas penggalian. Pasalnya, perangkat penggalian dinilai membahayakan keselamatan penggali.
“Di sini tidak ada pengaman apa pun. Sehingga kami himbau untuk dihentikan,” kata Kasi Pertambangan, Cecep Taufik Hidayat saat berkunjung ke lokasi, Jum’at (9/10).
Menurut Cecep, penghentian penggalian telah sesuai dengan Edaran Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Manusia) pada Maret 2012, bahwa setiap penggalian harus dihentikan.
“Dan di sini pun bukan penambangan, tetapi kategori penggalian,” ujarnya.
Cecep mengungkapkan, apa yang dikerjakan penggali dalam mencari emas juga belum pasti 100 persen. Apalagi, hasil kajian sementara tim eksplorasi pertambangan dari Bandung belum ada temuan baru perihal emas.
“Makanya lebih baik dihentikan sambil menunggu laporan tim eksplorasi Desember nanti,” terangnya.
Senada dengan Cecep, Kapolsekta Tamansari, AKP Dadi Suhendar yang saat itu turut meninjau lokasi, berjanji akan memantau jalannya penghentian galian tersebut. Menurutnya, sebelum keluar keputusan Dinas, Polsek akan melakukan pencegahan sebelum timbul korban.
“Kalau sudah ada izin sesuai prosedur mah, kita pun tidak masalah. Tapi arahan Dinas harus dihentikan, sehingga kami pun akan menghimbau hal sama untuk menghentikan penggalian,” kata Dadi.
Di tempat yang sama, Ketua RW 05 Cisugih Kelurahan Setiawargi, Juanda akan menindaklanjuti himbauan Dinas Binamarga Bidang pertambangan. Sebelum adanya keputusan eksplorasi, ia akan segera meminta pernyataan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab atas keselamatan penggali.
“Pami tos kitu mah nya abdi ge kantun dikempelkeun, teras dihimbau kangge eureun ngagalina. Teras pami teu nurut mah nyanggakeun we ka anu berwenang,” jelasnya.
Adapun langkah Bidang Pertambangan saat ini, akan membawa sampel (contoh) batuan untuk diuji laboratorium untuk mengetahui besar-tidaknya kandungan emas di Setiawargi.
Pantauan “KP”, dua titik penggalian emas di Kampung Ciwaru dan Kampung Cipeusing tidak memiliki perangkat keamanan memadai. Dengan peralatan seadanya, mereka telah menggali tanah sumur sedalam 10 meter sampai terusan di dalamnya 15 meter. Namun, menurut penggali, mereka bukannya tidak memperhatikan keselamatan, tapi mereka tidak memiliki alat lain karena tidak cukup modal untuk menggali emas tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar