Kamis, 01 Agustus 2013
Prihatin Rawan Pangan di Setiawargi
Anggota DPRD Prihatin Kasus Rawan Pangan
INDIHIANG, (KP).-
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Pepen Ruspendi mengaku prihatin terhadap warga Kelurahan Setiawargi Kec. Tamansari hingga harus makan nasi oyek akibat kekurangan pangan. Menurutnya, anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Tamansari tidak mempunyai kepekaan kalau saja tidak mengetahui adanya daerah yang rawan pangan.
“Terus terang saya mah prihatin. Padahal Kota Tasik cuma 10 kecamatan, masih ada daerah yang rawan pangan. Masya Allah..,” tandas Pepen, Rabu (26/9).
Pepen mengatakan, terungkapnya warga rawan pangan tersebut suatu hal yang sangat memalukan bagi Dewan dan Pemerintah. Pasalnya, bantuan-bantuan melalui beras miskin (raskin), LPM dan PNPM atau bantuan lainnya dikemanakan, kalau sampai terjadi seperti di Setiawargi? “Teu perlu aya nu kitu di Kota Tasik mah. Aya ge di Afrika,” ujarnya dengan sinis.
Selain itu, Pepen pun akan menekan Pemerintah untuk segera terjun ke lapangan mengantisipasi hal tersebut, termasuk Komisi 4 yang akan secepatnya mengecek ke lapangan.
“Keuekuh saya mah masih teu ngarti. Ari gawena anggota Dewan anu ti dapil eta khususna naon gawe atuh? Mun keneh kitu teh, geus we malundur, lah. Rek naon ari teu bisa mantuan rakyat mah,” tuturnya.
Akibat kemarau yang begitu panjang, warga di Kelurahan Setiawargi terpaksa memakan oyek. Masyarakat yang bergantung pada pertanian tersebut harus mengalihkan makanan sehari-harinya karena pesawahan kering akibat kemarau yang melanda Kota Tasikmalaya.
*Pemkot Siap Beri Bantuan
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Bagian Kesejahtraan Rakyat (Kesra) siap menyalurkan bantuan terhadap masyarakat yang saat ini mengalami rawan pangan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kesiapan pemerintah untuk menyalurkan bantuan tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesra Setda Pemkot Tasikmlaya, Drs. H. Soni saat dikonfirmasi “KP” terkait terjadinya rawan pangan di masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Rabu (26/9) kemarin.
Namun demikian, kata dia, hingga hari kemarin pihaknya belum menerima laporan telah terjadinya kerawanan pangan baik dari tingkat kecamatan maupun dari tingkat kelurahan di Kota Tasikmalaya, termasuk dari Kecamatan Tamansari maupun Kelurahan Setiawargi.
“Karena terkait terjadinya kerawanan pangan bukan hanya tugas dari Bagian Kesra saja, melainkan juga tugas lintas OPD terkait termasuk di antaranya dari Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Perdagangan, Perekonomian dan yang lainnya,” ujar Soni.
Penanggulangan sebuah bencana, lanjut Soni, memang merupakan kewajiban pemerintah, khususnya dalam hal memberikan bantuan di mana untuk di Bagian Kesra sendiri ada yang namanya bantuan sosial yang salah satunya diperuntukan untuk bantuan bencana. “Dan bisa saja termasuk bantuan bencana rawan pangan akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” ujarnya.
Saat disinggung berapa jumlah bantuan tersebut, kata dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. “Ya kalau disebutkan angkanya kita belum bisa, yang jelas nantinya kita akan melakukan pengecekan sesuai laporan yang ada,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut Soni, selama belum ada laporan yang masuki dari bawah, Bagian Kesra sendiri tidak bisa melakukan apa pun. Namun demikian, kita akan mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, karena pungsi dari Bagian Kesra sendiri adalah koordinasi, adapun secara teknis ada di Dinas Sosial. Bahkan, kata dia, pihaknya masih menunggu petunjuk baik dari Wali Kota maupun dari Sekda terutama untuk menentukan bahwa kondisi sekarang ini sudah masuk katagori bencana atau belum.
“Ya, kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan terkait itu. Yang jelas anggaran bantuan khususnya terkait bantuan bencana di Kesra memang ada,” ujar Soni.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar