Kamis, 01 Agustus 2013
Warga Kampung Sukahurip Merasa Dibohongi Pembangunan “Bong”
Padahal Rencana Pembangunan Semula untuk Perumahan
KAWALU, (KP).-
Ketua RT 03/05 Kampung Sukahurip Kelurahan Gunungtandala Kec. Kawalu, Yayat (45) dan tokoh masyarakat, Iik (45) mengaku kecewa dengan pembangunan makam “bong” di kampungnya. Pasalnya, kata Yayat, asal muasal rencana pembangunan tersebut bukan untuk pemakaman tetapi untuk perumahan.
“Kapungkur mah saurna kangge Perum, tapi dugi ka ayeuna malah janten makam,” kata Yayat di kediaman Iik, Kampung Sukahurip, Minggu (14/10).
Menurut Yayat, warga di kampungnya dimintai tanda tangan untuk pembangunan Perumahan. Dan, warga pun, ujarnya, mengaku tidak keberatan karena akan berdampak pada ramainya perkampungan. Namun, setelah ditandatangani dan diberi uang Rp 10 ribu per orang, pembangunan Perumahan tersebut tidak ada dengan alasan yang tidak jelas. “Nah, eta nu ngaraos warga dibohongan mah. Saurna kangge Perum tapi malah janten makam bong,” tambah Iik menimpali.
Iik menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada tahun 2000. Ia dan warga lain kedatangan seseorang dan meminta tanda tangan persetujuan pembangunan Perumahan. Berhubung tanah di kampung dia kebanyakan milik warga kampung lain, akhirnya warga pun menyetujui. Lalu, terang Iik, berdirilah makam bong itu dengan jumlah sekarang mencapai 300 kuburan. Dan sampai sekarang, warga mendapat jatah pembangunan atau pemeliharaan. Tetapi, lanjutnya, dengan menjadi tukang bangunan atau pemelihara makam bukannya menimbulkan ketenangan, malahan sempat terjadi ketegangan antarpengelola. “Nya, dugi ka ayeuna ge warga di kampung ieu mah tara ilu biung pami aya makam baru teh, margi dampak na oge ngarugikan masyarakat di dieu. Kampung jadi sepi sareng fasilitas jalan oge malah rusak,” tutur Iik.
Agar keberadaan makam “bong” tersebut mendapat manfaat masyarakat sekitar, Iik dan Yayat berharap kepada siapapun yang berhubungan dengan makam untuk memperbaiki jalan dan memasang penerangan. Karena, sudah 12 tahun adanya makam tidak mempunyai dampak bagus bagi masyarakat sekitar.
Di lain pihak, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata ruang dan Pemukiman, Ir. Tarlan mengaku tidak mempunyai hubungan apapun dengan pembangunan makam. Menurutnya, pembangunan tersebut dilakukan komunitas yang membangun makam. “Dinas Cipta Karya tidak membangun makam bong, dan tidak pula mengeluarkan rekomendasi,” terangnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar