Kamis, 01 Agustus 2013
Tamansari Mendapatkan Prioritas Pembangunan
TAMANSARI, (KP).-
Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini tengah mengutamakan dan memprioritaskan pembangunan di wilayah Kecamatan Tamansari. Menurutnya, kebijakan itu dilakukan mengingat Kecamatan Tamansari merupakan wilayah yang pembangunannya tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lainnya. Sehingga, kata dia, untuk pembangunan 2013 maupun 2014, Tamansari harus dikembangkan dan diutamakan.
“Ini yang menjadi PR saya dan kita bersama. Memang sudah selayaknya Tamansari mendapat keutamaan dalam pembangunan,” ujarnya, saat membuka kegiatan Musrenbang Kecamatan Tamansari, Rabu (13/2).
Menurut H. Budi, permasalahan Tamansari sangat kompleks. Mulai dari infrastruktur jalan, banyaknya pegunungan dengan penduduk yang terpencil-pencil serta minimnya akses transportasi menyebabkan Tamansari selalu terbelakang. Bahkan, hasil pemantauan dia saat Pilkada, masih ada suatu daerah yang tidak bisa dilewati roda empat. “Dan saya terpaksa harus naik ojek,” kata dia.
Kendati demikian, untuk alokasi anggaran 2013, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah nyata mengutamakan Tamansari dengan mencurahkan anggaran terbesar untuk pembangunan jalan-jalan di Tamansari. “Misal untuk jalan utama saja, kami alokasikan Rp 4,2 miliar lebih, termasuk jalan lain di pelosok,” ungkapnya.
Mengenai Musrenbang ini pun, lanjut Budi, segala ajuan diusahakan sama dengan ajuan hasil Musrenbang tahun sebelumnya. Sehingga tidak menumpuk dan teralokasikan. “Kalau ada 100 titik jalan yang diajukan, sementara 70 sudah direalisasi, baiknya yang sisanya saja untuk diajukan agar tidak terjadi penumpukan program,” jelasnya.
Masih kata Budi, untuk mendorong percepatan pengembangan Tamansari, penetapan lokasi untuk penegrian Unsil di Tamansari menjadi salah satu cara. Dengan adanya Unsil, tuturnya, perekonomian warga pun diharapkan meningkat karena terciptanya peluang usaha baru. “Bayangkan saja per tahun mampu menyerap 3.000 mahasiswa. Akan berapa perputaran uang di Tamansari?” tandasnya.
Budi pun tidak mempermasalahkan bahwa pemilik tanah yang akan dijadikan lokasi Unsil dimiliki pejabat atau siapa pun. Pasalnya, yang akan menentukan harga tanahnya juga oleh tim khusus Provinsi.
“Pemerintah Kota hanya memfasilitasi, dan perwakilan Gubernur saja,” paparnya.
Dalam Musrenbang yang dihadiri pula oleh Ketua BK DPRD, Nurul Awalin, anggota DPRD dari Fraksi PAN, Wawan Rahwan dan Ade Asfahani dari Fraksi PKS itu, H. Budi mengkritisi adanya spanduk Jalan Tamansari Sejuta Logak, yang kata dia, seharusnya tidak dipasang karena waktu pelaksanaan pengerjaan sudah jelas terjadual.
“Mengkritisi boleh, tapi harus dipahami dulu prosesnya karena saya yakin yang memasang spanduk juga tahu proses tersebut,” pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar